
INTERNET
Beberapa foto yang ditunjukkan memperlihatkan gigolo yang sudah laku yang postur tubuhnya tidak terlalu sempurna. Namun syarat yang pasti para gigolo ini harus punya kemampuan di atas ranjang yang tahan lama.
"Sekarang agak sulit Mas mencari gigolo yang mau dijual. Saya sampai bergerilya kemana-mana," ungkap Yanto-bukan nama sebenarnya-salah seorang germo gigolo saat berbincang dengan detiksurabaya.com di kawasan Nginden, Jumat (8/10/2010).
Ia menceritakan, banyak pria yang menolak tawaran tersebut karena alasan kesehatan yakni takut tertulari virus HIV/AIDS. Sekalipun nanti menggunakan kondom, pria-pria ini tetap menolaknya.
"Zaman sudah maju Mas, banyak yang sudah punya pendidikan yang cukup soal HIV/AIDS," ungkapnya.
Pada sisi lain, perempuan yang membutuhkan kehangatan seksual dari pria asing semakin bertambah banyak. Sehingga permintaan yang banyak ini sampai tidak sempat dipenuhi lantaran gigolo yang stoknya menipis. Dari data yang dimilikinya, sekitar 5 tahun lalu ia bisa menyediakan 5-10 orang gigolo baru yang siap dijual.
Saat ini bisa mendapatkan 2 orang gigolo saja sudah prestasi yang luar biasa. "Dulu mudah asal ada iming-iming uang. Kini kaum pria sudah banyak yang takut tertular penyakit," tandasnya.(detiknews.com)
Mon, 29 Aug 2011 @00:55hilman firmansyah |
Copyright © 2012 globalfmbali · All Rights Reserved