Kategori

DESA ADAT BERLAKUKAN PERAREM GERING AGUNG

image

WARUNG GLOBAL JUMAT 10 JULI 2020

TOPIK :  DESA ADAT BERLAKUKAN PERAREM “ GERING AGUNG”

EDITOR : SIKHA P

Corona Virus Desease (Covid-19) telah menyita perhatian dunia. Fenomena wabah penyakut yang banyak menelan korban jiwa cukup besar kerap terjadi di Bali. Wabah ini disebut “Gering Agung” atau “Grubug”. Di Masa lalu jika terjadi “Grubug” karma Bali enggan keluar rumah bepergian, berbagai ritual penolak bala digelar. Saat ini, kasus Covid-19 di Bali semakin meningkat. Imbauan untuk disiplin menjalankan protocol kesehatan (prokes) serta imbauan untuk menggelar ritual, langkah secara skala dan niskala sudah dijalankan. Gubernur Bali justru mengeluarkan Perarem untuk mengikat karma bali agar disiplin menjalankan protocol kesehatan. Apakah ini akan berjalan efektif? Para pendengar setia Radio Global menilai  bahwa peraturan/perarem yang mengatur soal disiplin menjalankan prokes cukup banyak, jika dijalankan dan ditegakkan dengan baik di lapangan, tak perlu membuat peraturan baru lagi.

Pande di Tabanan menilai terlalu banyak aturan yang dibuat Pemerintah, yang satu belum berjalan baik, sudah dibuatkan peraturan serupa. Menurutnya, agar kasus covid-19 menurun cukup dengan menjalankan prokes dengan   disiplin, bagi yang tak disiplin dikenakan sanksi.

Apakah perarem akan efektif menekan kasus covid-19? Tentu akan diketahui setelah perarem ini berjalan. Kalau tak berjalan tidak tahu efektifitasnya, demikian menurut Yuli di Tabanan

Ada dana yang digelontorkan oleh Pemrov dalam penanganan Covid-19 ini. Harapan Budiada di Tabanan , dana bantuan dipergunakan sebaik-baiknya, agar tepat sasaran jangan lupa diawasi penggunaannya. Ia juga menilai terlalu banyaknya regulasi, akan tumpang tindih.

Jika tak ada sanksi, percuma saja. Selama ini aturan yang sudah ada, dijalankan dengan baik, pelanggar diberikan sanksi. Demikian Arya di Denpasar.

Banyak energy terkuras untuk penanganan Covid-19, mulai dari dana hingga banyaknya peraturan. Bagi Nyoman Mastra di Gianyar. Peraturan soal corona ini selama ini sudah cukup dijalankan dengan disiplin saja.

Apakah isi dari perarem gering agung ini? Apakah sanksi bagi pelanggar? Dan apakah perarem ini tidak bertentangan dengan aturan positif diatasnya?  Werdha di Gianyar sebaiknya sebelum diberlakukan disosialisasikan dulu ke masyarakat.

Sementara Gede  Lele menyarankan agar semua tidak terlalu dibuat rumit. Jalankan saja dnegan sebaik mungkin.

Kak Dimas di Jimbaran menyampaikan bahwa disiplin menjalankan prokes menurutnya sudah cukup.

Sah-sah saja emmbuat peraturan baru asal berjalan dengan baik. Demikian Gede Biasa di Denpasar. Selama ini peraturan banyak, tidak berjalan karena tidak dilengkapi perangkatnya. Sementara Dengkek di Tabanan menyatakan bahwa cukup dnegan imbauan saja masyarakat sudah paham, prokes dijalankan dengan baik, bantuan-bantuan yang disalurkan diawasi, sehingga tepat sasaran.

 

 (sik)

Fri, 10 Jul 2020 @15:08


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2021 globalfmbali · All Rights Reserved | powered by sitekno