Kategori

Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

image

WARUNG GLOBAL SELASA 23 JUNI 2020

TOPIK : PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN TERANCAM SANKSI PIDANA

EDITOR : SIKHA P

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Saat ini sedang dibahas pemberlakukan Sanksi Pidana bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Bagaimana tanggapan Pendengar Radio Global terhadap hal ini? Berikut rangkuman selengkapnya.

Budiada di Tabanan,  mengharapkan sosialisasi ke masyarakat diterapkan dulu. Misalnya di komplek kerumunan seperti pasar. Berikan masyarakat awam informasi ini. Sebelum mengenakan sanksi pidana, tak tahu informasi, masyarakat bisa dipenjarakan. Sosialisasi terpenting.

Sedangkan Nyoman Mastra di Gianyar adalah permasalahannya sampai kapan kita seperti ini? Ya patuhi dan jalankan peraturan itu saja yang bisa dilakukan. Pemerintah pasti mengarahkan masyarakat ke hal-hal baik

Kaka Dimas kurang setuju jika main hukum atau mengenakan sanksi, bapak pejabat beri imbauan maskernya dipakai di dagu, bagaimana ini?

Dengkek di Tabanan malah menilai semua peratutan membuat masyarakat kecil jadi bingung, tidak nyambung, himbauan dan praktek. Dari atas sampai bawah teori dan praktek sama, masker jadi masalah, cuci tangan , jaga jarak jadi masalah. Saat ini masyarakat berkutat masalah perut, apa solusi dari pemerintah? Soal kesulitan ekonomi, peraturan yang ada pun akan dilanggar.

Ini hanya menakut-nakuti saja, demikian Arya di Denpasar. Jika memang mau melihat kedisiplinan masyarakat yang gak pakai masker, berikan masker. Sinkronkan dulu peraturan dari atas sampai bawah. Masyarakat pasti disiplin. Yang diurus yang diperlukan masyarakat, yang gak bisa makan, bukan ngurus sanksi saja

Dikenakan sanksi  Kenapa tidak? Terkait penanganan Covid-19 bisa saja. Demikian menurut Werdha di Gianyar. Kasus terus melonjak, karena tidak disiplin jalankan protocol kesehatan. Hanya itu yang bisa dilakukan sebelum vaksinnya ditemukan. Pakai masker yang benar dengan  cara yang benar, jaga jarak, jaga kebersihan, rajin cuci tangan. Jika ada yang tak disiplin, harus didisplinkan . disiplin berhubungan dengan kesadaran. Pakai masker untuk melindungi diri sendiri. Sosialiasi digencarkan, tahapan-tahapan pengenaan sanksi, sanksi pidana adalah sanksi terakhir. Kalau semua disiplin, penyebaran virus diminimalkan.

Fera di Tabanan menilai soal masker, gampang. Kalau ingin masyarakat tidak melanggar, beri bantuan, apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Mislanya beras , vitamin makanan dan lainnya. Itu menyehatkan masyarakat, demikian menurutnya.

Jalankan saja semua peraturan semampu kita. Namun Menurut Putu Artha di Padangsambian upaya untuk menekan penyebaran virus seperti jaga pintu masuk bali longgar, yang tak bawa suket bisa lolos, ini bagaimana? Beri contoh dulu bagaimana mendiplinkan masyarakat. Carut marut ekonomi, menimbulkan kedisplinan memudar.

Putra Wahyudi Winangun di Tabanan menanyakan Apakah sangsi sampai penjara?Kalo sanksi sampai dipenjara.penjara mana yg akan digunakan.bukannya dah pada penuh?

Febri di Dalung, sangat setuju dengan sanksi bagi yang bandel. Yang perlu diketahui bagaimana cara penularan di berbagai klaster missal di pasar, jalankan saja protocol kesehatan ini, sanksi bertujuan mendisiplinkan masyarakat.

Mudi di Tabanan menyampaikan jika sanksi di penjarakan, penjara bisa penuh, bagaimana nanti? Kalau yang disiplin menerapkan protocol kesehatan apakah dapat reward?

 

 (sik)

Tue, 23 Jun 2020 @14:32


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2021 globalfmbali · All Rights Reserved | powered by sitekno