Kategori

Saatnya Si Kaya Bantu Yang Miskin

image

Berangkat dari konsep Menyamabraya, bahwa seluruh masyarakat Bali saling bahu-membahu dalam meringankan beban sangat tepat diaplikasikan dalam konsisi saat wabah virus Covid19 ini. Hal ini dilakukan untuk mengeliminir lonjakan angka kemiskinan di Bali. Kawan global mengusulkan agar warga yang mampu secara financial membantu yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka sehari-hari. Ada juga yang menyampaikan bahwa ini adalah moment yang sangat tepat para pejabat, wakil rakyat membantu dengan menyisihkan gaji   mereka untuk membantu rakyat.

Di saat seperti inilah Negara diharapkan hadir membantu rakyatnya, demikian Febri di Denpasar. Kita di bali ada konsep menyamabraya. Diharapkan yang kaya terketuk hatinya membnatu yang kurang mampu. Jika angka kemiskinan melonjak, pasti kepala daerahnya sangat malu.

Ibarat dalam pertandingan tinju, Wayan Petran di Kintamani menyampaikan covid19 memberikan pukulan telak yang bikin KO. Ia khawatir justru orang miskin baru ini bertambah. Ia harap pemerintah membantu mengurangi beban masyarakat agar tidak jatuh miskin. Salah satunya memberikan relaksasi kredit tapi belum semua bank melakukannya.

Cara lepas dari kemiskinan adalah dengan banyak member, Ketut Mursi di Denpasar berpendapat bahwa kini saatnya pengamalan nilai-nilai pancasila dan revolusi mental yang sering didengungkan itu dilaksanakan. Sehingga apa yang dikahwatirkan, lonjakan angka kemiskinan tidak terjadi

Bagaimana tidak terjadi kemiskinan, karena tidak ada perputaran ekonomi, demikian Budiada di Tabanan

Selama ini Werdha di Gianyar melihat bahwa kemiskinan naik atau turun hanya bermain di angka-angka yang disajikan lewat data saja. Jika ingin turun tinggal dimaninkan angka nysa tapi itu bukan cara yang benar. Saat ini subsidi masyarakat di segala sector harus dilakukan Fera di Tabanan juga sepakat dengan Werdha, jangankan untuk bayar kredit, untuk mengisi perut saja masih susah. Yang mampu mestinya turun membantui.

Wilayah yang berpotensi terjadi lonjakan angka kemiskinan sebelum sudah dipetakan, jadi segera digelontorkan bantuan. Atau pejabat yang punya gaji bulanan, sebaiknya disisihkan untuk bantu yang miskin, demikian usulan Ketut Dawi di Abiansemal.

Sementara Nyoman Mastra di Gianyar berharap agar para akademisi tidak hanya berwacana saja, solusi yang harus diberikan.

Sebagai masyarakat Yuli di Tabanan melihat minim sekali para pejabat tergerak hatinya untuk bantu warga miskin disaat situasi wabah yang berdampak luar biasa saat ini kalau berani, harus rela, pasang badan, potong gaji tiap bulan utk disisihkan buat warga yang benar-benar tidak mampu memenuhi kebutuhan primer mereka, mulai dari pejabat seperti anggota dewan lah, kan wakil rakyat, tunjukkan saat ini anda sedang mewakili rakyat yang mana, ayo..? ditunggu.! “Kalau berani saya acungi jempol,” demikian tegasnya

Menurut Bagus di denpasar , Untuk 'berperang' melawan pandemi Corona COVID-19, pemerintah pusat menganggarkan duit sebesar Rp62,3 triliun. Anggaran tersebut bersumber dari realokasi belanja kementerian/lembaga dan akan dibelanjakan salah satunya untuk alat kesehatan. Apabila pemerintah menerapkan kebijakan pemangkasan gaji puluhan juta  orang dapat selamat setidaknya selama satu bulan penuh dengan diberi sembako. Ini menurut nya cara termudah dilakukan, asal,,,ada niat yang tulus.

(sik)

 

Fri, 3 Apr 2020 @15:58


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2021 globalfmbali · All Rights Reserved | powered by sitekno