Kategori

Cegah Penyebaran COVID19, Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat harus Sigap

image

Gubernur bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali telah sepakat membentuk Satgas Gotong Royong berbasis Desa Adat untuk mencegah penyebaran Covid19. Satgas ini memiliki peranan yang sangat strategis untuk turut berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran pandemi COVID-19. Itu sebabnya, Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali mengeluarkan Keputusan Bersama tentang Pembentukan Satuan Tugas Gotong Royong Pencegahan COVID-19 Berbasis Desa Adat di Bali. Tugas utama Satgas Gotong Royong adalah memberdayakan krama desa adat dan yowana untuk bergotong royong mencegah COVID-19 secara sekala dan niskala. Kemudian berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait, termasuk aparat keamanan di desa adat. Pembentukan Satgas ini diapresiasi positif oleh Pendengar Radio Global 96,5 FM yang disampaikan dalam acara dialog interaktif Warung Global.

 

Sebagai warga Tabanan Fera berharap agar wabah ini segera berakhir dan perekonomian bisa normal seperti sedia kala lagi. Ekonomi jadi morat-marit, ia khawatir dengan kondisi ini jika terlalu lama. Untuk itu masyarakat diminta agar berdiam diri dirumah,  usulannya agar segala kebutuhan makan warga ini sebaiknya diantarkan ke rumah-rumah warga.

Warga Tabanan lainnya Yuli dan Budiada  menyampaikan bahwa  Desa Adat memiliki peranan yang sangat strategis untuk turut berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran pandemi COVID-19. memberdayakan krama desa adat dan yowana untuk bergotong royong mencegah COVID-19. Salah satunya tak boleh keluar rumah, di rumah saja. Untuk dikethaui masyarakat keluar  ke pasar untuk  membeli sembako, agar tidak kelaparan. Ia juga menawarkan agar Satgas gotong royong berbasis desa adat ini membuat dapur umum/posko di masing-masing  banjar yang menyediakan bahan-bahan  sayur mayur, dan sembako bagi warga bali. Bisa diantar ke rumah-rumah warga. Atau diatur agar tidak berkerumun sebaiknya diantar bahan-bahan makanan/pangan tersebut ke rumah warga. Dengan cara demikian , ia yakin  mata rantai covid bisa diminimalkan.

Ditambahkan Gede Biasa di Denpasar , Desa Adat , bersnetuhan langsung dengan warga paling bawah, sosialisasi harus terus digencarkan agar masyarakat juga memiliki peran dalam memutusa mata rantai covid19 ini. Ia juga berharap semua lembaga dari atas sampai bawah memiliki visi misi yang sama , dan satgas diharapkan menjalankan konsep ngayah.

Tue, 31 Mar 2020 @16:31


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2021 globalfmbali · All Rights Reserved | powered by sitekno