Kategori

Bali Siaga COVID-19

image

Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya mengeluarkan keputusannya status siaga penanggulangan Covid 19 di Provinsi Bali. Penetapan status siaga penanggulangan wabah virus Covid-19 di Bali itu, kata Koster menyusul dengan terus bertambahnya jumlah pasien suspect corona yang dirawat di Bali. Lebih lanjut, dengan status siaga, gubernur melakukan sejumlah langkah, diantaranya menunda pelaksanaan UNBK SMK sampai ada pengumuman lebih lanjut, dan proses belajar mengajar dilakukan secara online dari rumah hingga 30 Maret 2020 dan meminta masyarakat mengindari pusat keramaian. Namun demikian ada yang menyayangkan dengan masuknya ribuan wisatawan ke Bali, diharapkan pengecekan kesehatan di pintu masuk Bali dan pengawasan mobilitas orang yang keluar masuk bali harus diperketat. Ada pula kawan global yang mengusulkan agar Satgas Penanggulangan Covid-19 rutin menyemprotkan cairan disinfektan di tempat-tempat umum sampai ke rumah –rumah warga.

 

Sebentar lagi umat hindu di Bali akan melaksanakan Catur Brata Penyepian, untuk itu Ketut Mursi di Denpasar menyarankan kepada Gubernur agar melakukan gerakan berdoa serempak di jam yang sama dengan doa yang sama. Dengan menunjuk figure  otoritas atau boleh dipimpin oleh Bapak Gubernur memanjatkan doa agar kita semua bebas wabah corona.

Semua pihak harus siap siaga menghadapi bencana apapun, demikian Sugik di Mambal menyampaikan. Selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan baik, berdoa dan berusaha agar wabah ini segera berakhir. Menurutnya tak ada virus yang abadi.

Bagas di Denpasar sangat menyayangkan dengan kondisi saat ini masyarakat dilarang keluar, berkumpul dengan banyak orang orang tapi  wisatawan dari  170 negara malah diijinkan masuk Bali, malah ada yang datang dari Lombok karena ditolak disana. Mestinya ditunda dulu, semua wilayah disemprot disinfektan.

Bali siaga Covid 19, Feberi di Dalung setuju dengan hal ini jadi tidak ujug-ujug mengambil langkah lockdown. Repot juga jika akses masuk Bali ini ditutup meskipun untuk sementara waktu. Wistawan yang masuk Bali tetap di cek kesehatannya.

Yuli di Tabanan menyarankan  kepada satgas penanggulangan covid19 di Bali untuk  menyemprotkan disinfektkan di tempat-tempat  umum dan rumah-rumah warga di eluruh Bali.

Selain terus berdoa, Fera di Tabanan menyarankan agar semua berusaha agar wabah corona tidak semakin meluas. Memang antara kesehatan dan uang sama-sama penting. Yang penting semua dicek kesehatannya. Ia memiliki keyakinan, virus corona ini segera berlalu.

Dengan melakukan PHBS yang baik dan benar niscaya akan terhindar dari virus corona dan penyakit lainnya, demikian Ketut Dawi di Badung menyampaikan.

Sebelum wabah corona, zaman dahulu wabah yang lebih dashyat pernah terjadi, belajar dari itulah, Budiada di Tabanan menyarankan agar para ahli segera menciptakan vaksin untuk anti virusnya. Ia juga mengapresiasi langkah Gubernur dengan menetapkan Bali siaga. Wayan Gama di Sangaraja meminta semua pihak jangan terlalu khawatir berlebihan , karena dengan doa dan usaha pasti semua akan berlalu. Kesehatan penting, uang juga penting, bayangkan saja jika akses ditutup, Bali lockdown, satu atau dua hari mungkin bisa menahan lapar, jika sampai berminggu-minggu, lalu apa yang akan terjadi? Dengan peruta masyarakat yang lapar itu? Ia mengajak dengan kesiagaan ini, dengan menjaga kesehatan kita, dengan berdoa, segala penyakit akan berlalu.

 (sik)

 

 

Tue, 17 Mar 2020 @16:30


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 globalfmbali · All Rights Reserved | powered by sitekno