Kategori

Lockdown, Perlukah?

image

 

Jangan khawatir berlebihan, karena corona, parade ogoh-ogoh harus  tetap dijalakan. Dengan berbagai antisipasi penyebaran virus ini Tenaga medis disiapkan. Jaga kondisi..kita yakin virus corona ini segera berlalu. ,untuk  memutus mata rantai , saya setuju pemerintah sebaiknya mengunci pintu keluar masuk  untuk sementara. Demikian salah satu opini yang disampaikan dalam acara dialog interaktif Citra Bali Terkini pekan ini.

 

 

 

Ngiring ngerestiti semua pihak berdoa, jangan khawatir berlebihan, mari lakukan yadnya dan berdoa agar virus corona dan berbagai penyakit lainnya musnah

Fera, Tabanan

 

Jangan khawatir berlebihan, karena corona, parade ogoh-ogoh harus  tetap dijalakan. Dengan berbagai antisipasi penyebaran virus ini Tenaga medis disiapkan. Jaga kondisi..kita yakin virus corona ini segera berlalu. ,untuk  memutus mata rantai , saya setuju pemerintah sebaiknya mengunci pintu keluar masuk  untuk sementara.

Mangde, Tabanan

 

Virus Corona, tak kenal status siapapun dan dimanapun bisa kena. Meskipun demikian jangan panic terlalu berlebihan. Kita boleh hati-hati dan waspada dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan kita, jangan berbuat hal-hal yang konyol. Mengenai saran agar pemerintah melakukan lockdown, saya rasa ini harus dilakukan beberapa pekan agar penyebaran virus corona bisa mereda.  

Ketut Mursi, Denpasar

 

Kekhawatiran sector pariwisata saat ini diharapkan ada sector lain seperti pertanian untuk menyambung mata pencaharian namun, semangat untuk menggeluti pertanian sepertinya menurun disaat kondisi seperti ini pemerintah sering mendengungkan agar lahan produktif digarap, kembangkan desa wisata, lestarikan subak dan sebagainya, yang ada adalah lahan produktif justru dibidik duluan oleh investor. Batasi alih fungsi lahan dengan ketegasan pemerintah itu yang bisa dilakukan

Guatama, Tampaksiring

 

Sebaiknya memang dilakukan penutupan akses keluar masuk Indonesia untuk  memutus mata rantai penularan covid 19. lindungi yang sehat , isolasi yang sakit agar penyebaran virus corona mereda

Yuli, Tabanan

 

Menhub positif covid-19, membuktikan bahwa virus corona tak mengenal siapapun. Isolasi bali menunggu arahan pusat, menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang, sementara di bali sering digelar Tajen, ratusan orang bisa berkumpul, berani gak melarang kegaiatan ini demi kesehatan kita semua.

Agung Purnawijaya, Blahbatuh.  

 

Alam menghukum manusia dengan virus corona. Seruan untuk melakukan yadnya seperti melakukan ritual Labuh gentuh,kalau itu realitas silahkan saja, karena menurut saya bencana yang diciptakan oleh Yang Kuasa ini tak aka nada habisnya , virus corona ini ibarat terror. Mari berdoa dan melakukan upaya demi kerahayuan Jagat Bali.

Nyoman Mastra, Gianyar

 

Mohon keajaiban Tuhan , musim hujan cepat berlalu dan musim panas menjelang sehingga teriknya matahari bisa mematikan seluruh virus yang ada di muka bumi ini. mari antisipasi dengan pola hidup bersih dan sehat

Wayan petran, Kintamani.

 

Semua pake masker mencegah terpapar virus corona. Semoga dengan wabah corona ini semua bisa menyadari hidup sebagai manusia, menjalankan agam dan ritual dengan baik.

Budiada, Tabanan

 

Parade ogoh-ogoh dibayangi virus corona. Sejauh ini mengenai isolasi Pemerintah Bali masih menunggu arahan pusat . kemudian ada himbauan agar kegiatan yang melibatkan orang banyak ditiadakan, lalu bagaimana dengan parade ogoh-ogoh nanti, sejauh ini belum ada sikap dari pemda Bali. jangan sampai dekat-dekat hari H baru ada edaran, neskipun demikian kita harus tetap jaga kebersihan, kesehatan dan lingkungan kita .

Werdha,  Gianyar

 

Disdipora Denpasar keluarkan edaran meliburkan siswa, saya apresiasi kebijakan ini. Semoga anak—anak  bisa tetap belajar dengan baik di rumah masing-masing

Yanti, Denpasar

(sik)

Sun, 15 Mar 2020 @10:50


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 globalfmbali · All Rights Reserved | powered by sitekno