Kategori

BANGKIT BERSAMA HADAPI MASALAH BALI

image

WARUNG GLOBAL SABTU 14 MARET 2020. 

TOPIK : BANGKIT BERSAMA HADAPI MASALAH BALI

EDITOR : DIKA.  

Permasalahan utama dan mendasar dihadapi Bali saat ini adalah yang berkaitan dengan alam Bali, krama Bali dan kebudayaan Bali. Permasalahan dan tantangan tersebut dijawab Pemprov Bali melalui visi “ Nangun Sat Kerthi Loka Bali “ melalui pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Maknanya, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala. Berikut rangkuman acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM.

Mursi di Panjer mengatakan Bali terkenal di dunia karena keindahan alam,agama dan budayanya.Selain itu rakyatnya juga mesti disejahterakan. Bali banyak mempunyai potensi yang bisa dikembangkan. Kita harus optimis dan pasti bisa bangkit dan mengatasi segala permasalahan Bali.

Menurut Budiada di Tabanan, kita harus berpikiran positif dan tetap menjalankan aktivitas dan kreativitas seperti biasa. Segala permasalahan dicarikan solusinya. Bali bukan sekarang saja menghadapi masalah namun sebelumnya juga pernah. Itu bisa dijadikan pengalaman agar bisa lebih baik lagi ke depannya.

Werda di Tegalalang melihat untuk keadaan ekonomi sekarang ini, kita hanya bisa bertahan namun alangkah baiknya kalau bisa bangkit.Salah satu yang menarik wisatawan berkunjung ke Bali karena kesucian Bali. Ia mengharapkan agar menghentikan mengeksploitasi kesucian untuk kepentingan uang semata. Harus diciptakan zonasi untuk tempat suci, sampai dimana wisatawan dapat masuk.

Darsa di Denpasar, seharusnya kita  yang menjaga Bali dengan mendalami budaya sehingga ada kebanggaan dan rasa memiliki. Seluruh masyarakat Bali agar mengajegkan Bali serta menolak yang akan menghancurkan alam Bali. Bali dan alam semesta mesti kita jaga bersama oleh semua pihak agar tetap lestari dan indah sehingga tidak semrawut. Penerus kita harus diberikan pemahaman budaya yang benar.

Alita di Tabanan berpendapat orang yang datang boleh menikmati dengan turut menjaga dan memelihara kelestarian Bali. Sungguh ironis dan menyedihkan, tanah Bali banyak dikuasai asing hanya sedikit yang dikelola dan dimiliki masyarakat  lokal. Ini tak terlepas dari prilaku dan tidak adanya pengaturan tata ruang yang baik. Kondisi ini sudah membuat warga Bali menjadi penonton di negerinya sendiri bahkan sudah terjadi penjajahan secara ekonomi atas orang dan tanah Bali.

Sat, 14 Mar 2020 @15:20


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 globalfmbali · All Rights Reserved | powered by sitekno