Kategori

KPU Tabanan Lantik 50 Anggota PPK 26 Persen Perempuan

image

Penandatangan Pakta Integritas PPK Terpilih saat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji PPK di KPU Tabanan Kamis (27/2).

radioglobalfmbali.com, Tabanan - KPU Tabanan melantik 50 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terpilih se-Kabupaten Tabanan dalam rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Tahun 2020 Kamis (27/2). Pelantikan yang dilangsungkan di aula lantai dua gedung KPU Kabupaten Tabanan tersebut ditandai dengan pengambilan sumpah dan janji anggota yang dipandu oleh Ketua KPU Tabanan I Putu Gede Weda Subawa SE., MM., dan diikuti oleh seluruh calon anggota PPK terpilih. Menariknya dibandingkan pemilu sebelumnya, kini ada penambahan persentase anggota PPK terpilih dari kaum perempuan menjadi 26 persen.

Acara diawali dengan registrasi daftar hadir pkl. 09.00 Wita dilanjutkan dengan serangkaian Upacara Mejaya-jaya dipandu oleh Pemangku di depan Padmasana Kantor KPU Kabupaten Tabanan. PPK yang dilantik sebanyak 50 orang dari 10 wilayah kecamatan.

Puncak acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan PPK dilaksanakan sekitar pkl. 10.00 Wita diawali dengan rangkaian acara pembacaan Berita Acara, Sumpah Janji dan Penandatanganan Pakta Integritas. Undangan yang hadir dari KPU Provinsi Bali, Bawaslu, Muspika, Muspida, dan para stakeholder terkait.

Ketua KPU Kabupaten Tabanan Weda Subawa dalam sambutannya mengatakan dari 50 anggota PPK terdiri dari 37 laki-laki dan 13 perempuan (26%). PPK yang dilantik kali ini lebih banyak wajah lama (incumbent) atau sekitar 44 persen pendatang baru dan 56 persen incumbent. Bahkan di Kecamatan Penebel didominasi newcomers. “Ini yang pertama kalinya kita tidak melakukan perpanjangan waktu pendaftaran. Peminatnya cukup signifikan yaitu sebanyak 122 pelamar. Sebelumnya di Kecamatan Penebel yang incumbent ada yang daftar namun tidak lolos,” jelasnya.
Bagi para PPK yang telah dilantik, Weda pun menekankan agar senantiasa mengedepankan integritas dan independensi. Ini berbekal pengalaman pada Pemilu sebelumnya yang sempat terjadi proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tingkat KPPS meski bukan di tingkat PPK.

Ia pun meminta agar kesalahan dan kekeliruan serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari. “Jadi kami minta PPK bekerja dengan baik, jika melanggar akan dikenakan sanksi. Yang terberat bisa saja diberhentikan secara tidak hormat dan selamanya tidak bisa menjadi penyelenggara. Tetap kompak, solid dan selalu berkordinasi dengan KPU Tabanan yang sistem kerjanya kolektif kolegial," tandasnya.

Dia menambahkan pemilu harus dijaga agar berlangsung secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Keberhasilan penyelenggaraan Pemilihan Serentak ini pastinya bergantung pada kualitas penyelenggaranya dalam hal ini KPU Tabanan yang dibantu PPK.

Selanjutnya Ketua KPU Provinsi Bali diwakili oleh Ketua Divisi Hukum KPU Provinsi Bali Anak Agung Gede Raka Nakula dalam sambutannya menguraikan PPK memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak 2020 dapat mengemban tugas dan tanggungjawab dengan baik dan profesional sesuai ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. "PPK harus bersikap netral, melaksanakan semua tahapan pemilu, mengumpulkan hasil penghitungan suara TPS, membantu pemutakhiran data pemilih, DPS dan DPT di wilayahnya, menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan Panwas Kecamatan, dan menyusun dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran kepada KPU Kabupaten/kota. Jangan sampai ada penyelenggara pemilu bermain mata dengan para peserta pemilu," paparnya.

Acara pelantikan tersebut ditutup dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) dari para komisioner KPU, Bawaslu dan instansi terkait kepada seluruh anggota PPK agar lebih memahami aturan dan teknis pelaksanaan pemilu. Dengan demikian PPK akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh tanggungjawab untuk menyukseskan Pilkada Tabanan tanggal 23 September 2020.

Thu, 27 Feb 2020 @21:27

Copyright © 2020 globalfmbali · All Rights Reserved | powered by sitekno