Disapu Angin Kencang Rumah Warga Miskin Roboh

image

Negara -

Angin kencang yang melanda wilayah Jembrana, Selasa (16/7) sore menyapu rumah keluarga miskin di Banjar Tengah, Desa Tegal Badeng Barat hingga roboh. Pemilik rumah, Komang Sudiana (29) saat kejadian sedang keluar rumah. Namun istrinya, Ni Putu Eli Suyanti nyaris tertimpa jika tidak segera keluar rumah.

Kata Eli Suyanti, kejadiannya pukul 18.00 wita saat datang angin dari timur. Sesaat sebelum rumah bedek berukuran 7x6 meter itu roboh, ia masih di dalam rumah. “Saya mencari handphone suami saya yang hilang, sedangkan suami saya keluar sama anak saya mencari di tempat kerjanya,” terang buruh batu bata ini. Sejurus kemudian, ia mendengar suara gemuruh angin disertai suara kayu patah. Takut rumah yang dibangun delapan tahun lalu itu roboh, Eli langsung keluar. “Baru keluar dari teras, rumah langsung roboh ke arah belakang (utara), untung saat itu saya langsung keluar,” terangnya. Semua perabot rumah dari kasur, lemari, kursi dan beras tertimbun atap rumah.

Komang Sudiana, membenarkan saat kejadian, dia kembali ke tempat kerjanya mencari handphone-nya yang hilang bersama anaknya. Ia baru mengetahui rumahnya roboh ketika sampai di rumah. “Memang rumah itu sudah keropos, dulunya ditempati dengan bapak. Tapi bapak sudah dapat bedah rumah saya menempati sendiri,” aku buruh batu bata ini. Untuk sementara, korban bersama istri dan anaknya menumpang di salah satu kamar, rumah bantuan pemerintah. Selain ayahnya, rumah itu juga ditempati adik dan ibunya. “Sementara di sana dulu desak-desakan, tidak ada tempat tinggal lagi,” tambahnya.

Klian Banjar Tengah Putu Wirawan ditemui di lokasi bersama Ketua BPD Tegal Badeng Barat, Sukirman mengatakan telah melaporkan hal ini ke desa dan dilanjutkan permohonan penanganan ke Pemkab Jembrana dan Provinsi. Korban merupakan keluarga miskin dan tercatat di buku merah. Ayah korban, Ketut Pasek sebelumnya juga tercatat keluarga miskin tetapi dicoret setelah menerima bantuan bedah rumah. “Korban ini juga sudah diajukan untuk bantuan bedah rumah,” terangnya.

Dari pengamatan kemarin kondisi rumah bedek itu hancur setelah roboh. Tidak ada yang tersisa lantaran tertimpa bangunan. Komang bersama istrinya kemarin mulai memilah dan membongkar rumahnya mengambil bahan-bahan dan perabot yang masih bisa digunakan. (kmb26)

Sumber : Bali Post

Thu, 18 Jul 2013 @14:55


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+9+7

Copyright © 2017 globalfmbali · All Rights Reserved
powered by sitekno