Daftar Iklan Aktif di Global FM Bali

Toko Nyoman, Maha Pertamini, Kopi Kupu Kupu Bola Dunia, Toko Kawan, BPJS, Bio 7, BPD Bali, KKB, Clandys, Acenet, Sanken, Dapur Prima, Mercy Foto, Pegadaian Tabanan, Minyak Kutus Kutus, Toko Kawan, PMI Tabanan, Milkuma, Pulsa Bram, Klinik Jnana Marga, Mi1, Kawasaki Tabanan

Live Video Streaming

 

Live Melalui Android
FB Global FM & Crew
Kategori
Profile

Nama Badan Hukum :

PT. Radio Swara Kinijani

Penanggung Jawab Radio :

I.DG. Jana Yudi SE.

Anggota PRSSNI No :

398 –VII/1982

No. NPWP :

01.885.561.9-901.000

Call Sign : PM 3F PC

Nama Radio : Global FM Bali

Frekuensi : FM 96,5 MHz

Format Siaran : Berita,

Interaktif, Hiburan

Website & Radio Online :

www.radioglobalfmbali.com

(live video streaming By Ustream )

Email : info@radioglobalfmbali.com

Alamat radio

Studio Utama :

Jl. Lintasan Denpasar Gilimanuk

KM 27 Bali (0361-812994)

Perwakilan Jakarta :

Jl. Palmerah Barat 21 G Jakarta

Coverage Area :

Tabanan, Badung, Denpasar,

Sebagian Buleleng,

Gianyar, Sanur, Kuta, Nusa Penida,

Candidasa, Sidemen Karangasem,

sebagian Lombok Barat

Radio Group

Radio Genta Bali,

Singaraja FM, Swib Besakih,

Swara Negara,

Global FM Lombok,

Fajar FM Banyuwangi,

Global FM Yogya

Pasang Iklan Online

Anda sibuk tidak bisa datang ke studio Global FM untuk pasang iklan 

Jangan Kuatir anda Bisa Pasang Iklan untuk disiarkan di Radio Global FM

KLIKI DISINI

 

Tata Lalin di Lumintang Dishub Denpasar Rancang ''Underpass'' Satu Jalur

image

Denpasar -

Kepadatan arus lalu lintas (lalin) di Denpasar makin mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan tingginya pertumbuhan kepemilikan kendaraan yang mencapai di atas 7 persen per tahun dan kecilnya pertumbuhan panjang jalan, yakni kurang dari 2 persen per tahun. Kondisi ini diperparah lagi dengan tingginya pergerakan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya. Belum lagi adanya perkembangan kawasan perkotaan di Denpasar, menjadikan beban lalu lintas makin padat.

Untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Lumintang, Ubung, Jalan Gatot Subroto (Gatsu) dan sekitarnya, telah dirancang kajian manajemen dan rekayasa lalin untuk kawasan tersebut. Salah satunya, pembuatan underpass satu jalur. Kajian ini dirancang konsultan perencana CV Trilogi Utama dan hasilnya dipresentasikan di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, Selasa (16/7) kemarin.

Dalam presentasi yang dilakukan pihak konsultan perencana I Putu Alit Suthanaya, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D. terungkap beberapa alternatif untuk mengurai kepadatan arus lalin di sekitar Lapangan Lumintang dan simpang Jalan Gatot Subroto - Jalan Cokroaminoto. Terutama, untuk titik simpang Jalan Gatot Subroto - Jalan Cokroaminoto. ''Salah satu solusi yang kami tawarkan yakni membuat underpass di simpang itu,'' kata Alit yang juga dosen FT Unud ini.

Alit Suthanaya mengatakan, underppas yang dirancang di simpang itu berbeda dengan underpass di simpang Dewa Ruci, Badung. Pasalnya, jalan di simpang Gatot Sobroto jauh lebih kecil dibandingkan yang di simpang Dewa Ruci, sehingga akan berdampak pada simpang-simpang lainnya. Karena itu, pihaknya juga merancang perubahan arus lalin di sekitarnya, yakni di areal Puspem Lumintang. ''Underpass di Ubung ini akan dibuat satu lajur dari arah selatan menuju utara,'' jelasnya.

Dikatakannya, arus lalin di kawasan itu akan mengalami perubahan. Jalan Cokroaminoto, Jalan Gatsu (sampai simpang A Yani), Jalan Mulawarman akan dijadikan satu arah. Detailnya, jalur di Jalan Cokroaminoto akan mengarah ke utara menuju Jalan Gatsu dan Jalan Cokroaminoto Utara (Ubung). Arah kendaraan dari Jalan Gatsu ke barat dibelokkan ke Jalan A.Yani menuju Jalan Maruti tembus di Jalan Cokroaminoto. Sementara di kawasan Puspem Lumintang akan dijadikan satu arah di beberapa ruas jalan. Secara keseluruhan akan terlihat seperti hurup delapan, mulai dari simpang Jalan Cokroaminoto dan Jalan Gatsu sampai di simpang Puspem Lumintang. ''Kendalanya pada status Jalan Mulawarman yang merupakan jalan kabupaten, akan diubah menjadi jalan nasional sehingga bisa dilalui kendaraan besar,'' kata Alit Suthanaya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Gede Astika mengakui alternatif ini tidak mampu mengurai kemacetan dalam jangka waktu lama. Artinya, tindakan ini sifatnya sementara dan mengurai kemacetan saat ini. Sebab, sumber kemacetan sesungguhnya belum teratasi dengan baik. ''Ini untuk meminimalisasi kemacetan saat ini, bukan untuk jangka panjang,'' katanya. (kmb12)

Sumber : Bali Post

Wed, 17 Jul 2013 @14:07


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 3+5+7

Copyright © 2017 globalfmbali · All Rights Reserved



RSS Feed