Polisi waspadai bentrok susulan di Nabire

image

Polisi mengatakan telah memeriksa 13 orang saksi terkait insiden kerusuhan dalam pertandingan tinju yang menyebabkan setidaknya 17 orang tewas di Nabire, Papua.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya mengatakan sejauh ini belum ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Sudah ada 13 orang dari panitia dan penonton yang dimintai keterangan sebagai saksi mungkin sebentar lagi jumlahnya akan bertambah," kata Sumerta kepada Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.

Dia mengatakan insiden diawali dengan adanya pertikaian diantara dua pendukung petinju yang bertanding memperebutkan piala bupati.

Pertikaian ini kemudian memicu kepanikan sekitar seribu penonton yang memadati Gedung Olahraga di kota itu.

"Korban tewas kebanyakan karena terinjak dan terjepit saat panik berebut keluar."

Sumerta menjelaskan penonton yang memadati GOR tersebut mencapai lebih dari seribu orang sementara petugas keamanan yang terdiri dari TNI dan Polri berjumlah 85 orang.

Peningkatan keamanan

Pasca kejadian kepolisian daerah Papua terus meningkatkan pengamanan pasca kejadian tersebut dan berupaya menghindari bentrok susulan pasca insiden ini.

"Kapolda (Inspektur Jenderal Tito Karnavian) langsung datang ke Nabire tadi pagi dan melakukan rapat dengan sejumlah tokoh adat dan agama, sejauh ini kondisi sudah bisa dikendalikan," jelas Sumerta.

"Ini kan ada korban masalahnya, korban dari berbagai suku kalau di Papua ini bisa berlanjut ke perang suku, nah ini yang kita hindari."

Polisi mengatakan dari 17 orang yang tewas, 12 orang diantaranya adalah penonton perempuan. Sementara itu 38 orang yang mengalami luka-luka dirawat di RSUD Nabire.

Kasus kerusuhan penonton pertunjukan olahraga yang berujung jatuhnya korban jiwa beberapa kali di Indonesia.

Pada tahun 2011 lalu dua penonton sepakbola tewas saat berdesakan menyaksikan pertandingan final sepakbola Sea Games yang mempertemukan Indonesia dengan Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno.

Sementara tahun lalu ada tiga penonton tewas saat menyaksikan pertandingan antara Persija melawan Persib Bandung akibat dikeroyok pendukung lawan.

Kasus tewasnya tujuh belas orang penonton tinju di Nabire merupakan peristiwa terburuk penyelenggaraan olahraga di Indonesia dalam kurun waktu setidaknya lima tahun terakhir.

Sumber : BBC Indonesia.com

Mon, 15 Jul 2013 @15:00


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 2+0+4

Copyright © 2017 globalfmbali · All Rights Reserved
powered by sitekno