RSS Feed
image

GLOBAL FM BALI

0361-812994


Jalan Lintasan Denpasar-Gilimanuk KM 27 Tabanan Bali.
Email: info@radioglobalfmbali.com
Profile

Nama Badan Hukum :

PT. Radio Swara Kinijani

Penanggung Jawab Radio :

I.DG. Jana Yudi ,SE

Anggota PRSSNI No :

398 –VII/1982

No. NPWP :

01.885.561.9-901.000

Call Sign : PM 3F PC

Nama Radio : Global FM Bali

Frekuensi : FM 96,5 MHz

Format Siaran : Berita ,

interaktif,hiburan

Website & Radio On line :

www.radioglobalfmbali.com

(live video streaming By Ustream )

Email : info@radioglobalfmbali.com

Alamat radio

Studio Utama :

Jl. Lintasan Denpasar Gilimanuk

Km 27 Bali ( 0361- 812994 )

Studio Mini :

Jl. Belimbing 74

Denpasar ( 0361 – 249477 )

Perwakilan Jakarta :

Jl. Palmerah Barat 21 G Jakarta

Coverage Area :

Tabanan ,Badung ,Denpasar,

Sebagian Singaraja,

Gianyar , Sanur, Kuta,

Candidasa, Karangasem ,

sebagian Lombok Barat

Radio Group

Radio Genta Sakti Bali,

Singaraja FM , Swib Besakih,

Swara Negara ,

Global FM Lombok ,

Fajar FM Banyuwangi ,

Global FM Yogya ,

 

 

Pasang Iklan Online

Anda sibuk tidak bisa datang ke studio Global FM untuk pasang iklan 

Jangan Kuatir anda Bisa Pasang Iklan untuk disiarkan di Radio Global FM

KLIKI DISINI

 

Terkait Kasus Korupsi Penyidik Geledah Kampus IHDN Denpasar

Denpasar -

Terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang di Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali melakukan penggeledahan di kampus tersebut, Rabu (26/6) kemarin. Penggeledahan dilakukan mulai sekitar pukul 10.00 wita dan berlangsung tertutup. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari IHDN terkait penggeledahan tersebut.

''Untuk saat ini kami belum bisa memberikan keterangan karena pemeriksaan masih berlangsung di atas. Besok (hari ini - red) saja ke sini lagi,'' ujar salah seorang pegawai di IHDN Denpasar kepada Bali Post. Pegawai tersebut juga mengaku tidak tahu substansi pemeriksaan oleh tim penyidik Kejati Bali. Yang jelas, menurutnya, di dalam ruangan tempat pemeriksaan (penggeledahan - red) itu juga ada Rektor IHDN Prof. Dr. I Made Titib, Ph.D. dan tersangka PR yang disebut-sebut Pembantu Rektor II di perguruan tinggi tersebut.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Bali Ashari Kurniawan yang diminta konfirmasinya membenarkan adanya penggeledahan di kampus IHDN Denpasar. Menurutnya, penggeledahan sejatinya telah dijadwalkan Selasa (25/6) lalu, namun baru terlaksana Rabu kemarin. ''Penggeledahan untuk melengkapi alat bukti. Kalau itu nanti dibutuhkan dalam pembuktian, ya... bisa saja langsung disita,'' ujar Ashari.

Menurutnya, penggeledahan bisa menyangkut dokumen, barang, serta isi data komputer atau laptop yang masih berkaitan dengan alat bukti. Kendati sudah sampai pada tahap penggeledahan, Ashari mengaku belum ada tersangka baru yang ditetapkan dalam kasus ini. ''Tersangka masih satu (PR - red) dan kami masih memanggil saksi untuk melengkapi alat bukti tambahan keterangan saksi,'' jelasnya.

Kejati Bali mulai melakukan penyelidikan hingga sampai pada tahap penyidikan kasus dugaan korupsi di lembaga pendidikan ini setelah ada temuan dari BPK. Sedikitnya ada 10 temuan BPK terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di IHDN Denpasar tahun 2011 lalu. Kerugian negara yang ditimbulkan pun mencapai miliaran rupiah.



Kasus Penipuan Rektor

Di pihak lain, penyidik Sat. Reskrim Polresta Denpasar harus bekerja keras untuk mengungkap kasus penipuan yang dialami Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. I Made Titib, Ph.D. (59). Penyidik pun meminta bantuan petugas cyber crime Polda Bali guna mendeteksi, siapa pelaku penipuan yang mencatut nama Kajati Bali tersebut. Selain itu, penyidik memeriksa kembali korban untuk mengetahui lebih dalam kronologi kejadiannya.

Sumber di Polresta Denpasar mengatakan, pemeriksaan ulang terhadap korban dilakukan Selasa (25/6) lalu. Sebab, korban awalnya hanya melapor, sementara pemeriksaan untuk BAP (berita acara pemeriksaan) belum dilakukan. Jadi, pemeriksaannya lebih dalam dan kronologinya diterangkan secara detail.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Encep Syamsul Hayat kerika diminta konfirmasinya, Rabu kemarin, membenarkan pemeriksaan korban dan pihaknya meminta bantuan petugas cyber crime. Sejauh ini, katanya, belum ada perkembangan berarti terkait hasil penyelidikan. Pihaknya masih terus berupaya keras mengungkap kasus yang dialami korban hingga mengalami kerugian Rp 450 juta.

Seperti berita sebelumnya, kasus penipuan dengan modus mencatut nama penjabat dialami Titib. Ia mengaku ditipu seseorang yang mengaku-ngaku sebagai Kajati Bali. Akibat penipuan itu, korban mengalami kerugian mencapai Rp 450 juta. Kasus ini pun telah dilaporkan ke Sat. Reskrim Polresta Denpasar, Kamis (20/6).

Dalam laporan itu, korban mengaku dihubungi seseorang yang tidak dikenal dan mengaku sebagai Kajati Bali. Pelaku pun mengatakan akan membantu korban untuk menyelesaikan kasus korupsi yang membelit IHDN Denpasar. Korban diminta mengirim uang ke tiga rekening. Tanpa curiga, korban mengirimkannya melalui Rekening Bank Mandiri No. 900000441331 atas nama Iqba Hidayat, rekening Bank Mandiri No. 9000004070463 atas nama Siti Ramayanti dan Rekening Bank BNI No. 0290152369 atas nama Marcella Kelly. (kmb32/kmb21)

Sumber : Bali Post

Thu, 27 Jun 2013 @08:08


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+0+0

Copyright 2014 globalfmbali All Rights Reserved